Laman

Selasa, 17 April 2012

last child

LAST CHILD

8 Mei LAST CHILD, yang berarti anak terakhir,  juga merupakan salah satu nama dari band Indonesia yang berasal dari kota Jakarta, tepatnya Jakarta Timur. Band ini terbentuk pada tahun 2006, dengan formasi Virgoun Teguh Putra (vocal/guitar), Dimas Rangga (vocal/bass), dan Ary Ceper (drums) dengan mengusung genre Indie Rock/Pop Punk. Awalnya formasi LC ada 4 orang, tapi pada tanggal 6 April 2011 salah satu guitaris mereka Yodi mengundurkan diri, karena ingin fokus terhadap study & karirnya di luar musik.

Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta

Tradisional Daerah Yogyakarta

Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta

Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta - Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya dan kota pelajar. Karena daerah ini masih kental dengan adat istiadatnnya, maka pakaian tradisional yogyakarta tak lepas dari busana sehari-hari, khususnya yang ada di lingkungan keraton Yogyakarta. Ada aturan-aturan tersendiri yang harus di taati dalam tata cara berpakaian ala pakaian tradisional daerah istimewa yogyakarta yang tinggal di lingkungan kraton Yogyakarta.

Pakaian adat tradisional daerah Yogyakarta ini merupakan kumpulan informasi dari Pakaian Adat Indonesia dan menjadi keanekaragaman Budaya Indonesia. Informasi lain seputar daerah istimewa yogyakarta adalah Makanan Khas Yogyakarta, hal ini sangat menarik untuk Anda yang hobby makan dan mencari informasi seputar Tempat Kuliner Di Yogyakata. Sebagai daerah yang memiliki keunikan dan kekayaan budaya, kota yogya menjadi salah satu provinsi yang mampu menarik wisatawan lokal atau mancanegara. Tempat wisata yogyakarta menjadi tujuan yang menarik karena banyak lokasi wisata yang indah dan mempesona.

Gambar Pakaian Adat Daerah Istimewa Yogyakarta

Pakaian Adat Yogyakarta

sejarah musium fatahilah

Museum Fatahilah
DKI JAKARTA - Tujuan Wisata

Museum Fatahilah


A. Selayang Pandang

Museum Sejarah Jakarta merupakan museum sejarah yang diresmikan pada tanggal 4 April 1974. Nama lain dari museum ini adalah Museum Fatahillah. Sesuai dengan nama resminya, museum ini adalah museum yang didirikan untuk merekam perjalanan sejarah Kota Jakarta semenjak zaman Batavia. Bangunan museum ini terhitung merupakan bangunan kuno bergaya arsitektur kolonial abad ke-17 yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang memesona.

Museum Sejarah Jakarta dalam sejarahnya merupakan salah satu gedung peninggalan VOC. Gedung ini berfungsi sebagai Gedung Balaikota (Staadhuis) pertama di kota Batavia yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1627 M. Namun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1970, gedung ini kemudian dipugar dan pada tanggal 4 April 1974 diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta.

Selain berfungsi sebagai Balaikota, gedung ini dahulu juga digunakan sebagai tempat oleh Dewan Kotapraja (College van Schepen) untuk menangani masalah hukum yang terjadi di masyarakat. Seorang terdakwa yang akan diadili biasanya ditempatkan dalam penjara bawah tanah. Dalam penjara bawah tanah ini, para terdakwa diperlakukan secara tidak manusiawi. Tangan para terdakwa dirantai dan tubuhnya direndam dalam air sebatas dada yang penuh dengan lintah.

Bagi para terdakwa yang telah dinyatakan bersalah dan dianggap telah melakukan kejahatan atau memberontak terhadap pemerintah Belanda akan dikenai hukuman yang sangat berat. Salah satu hukumannya adalah hukuman gantung di depan Balaikota. Pada saat proses eksekusi dijalankan, masyarakat sekitar dikumpulkan untuk menyaksikan “pertunjukan” tersebut dengan cara membunyikan lonceng yang hingga kini masih tetap terpasang di atas bangunan tersebut. Proses eksekusi merupakan simbol peringatan agar masyarakat tidak berusaha melawan atau menentang pemerintah Belanda. Peninggalan benda-benda untuk melakukan eksekusi itu masih tersimpan secara rapi di museum ini, di antaranya sebuah pisau panjang yang dahulu sering digunakan untuk memenggal kepala orang yang dijatuhi hukuman.