shu_lika Last friends
Selasa, 17 April 2012
Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta
Tradisional Daerah Yogyakarta
Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta
Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta - Selamat datang di blog personal tentang Informasi Indonesia Topik yang Anda baca adalah Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta,
untuk mencari topik lain yang masih berkaitan dengan info Pakaian Adat
Tradisional Daerah Yogyakarta, Anda bisa mencarinya di daftar kategori adat tradisional,
yogyakarta
, terimakasih atas kunjungan Anda di blog Kumpulan Topik Artikel Berita Indonesia
Pakaian Adat Tradisional Daerah Yogyakarta - Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya dan kota pelajar. Karena daerah ini masih kental dengan adat istiadatnnya, maka pakaian tradisional yogyakarta
tak lepas dari busana sehari-hari, khususnya yang ada di lingkungan
keraton Yogyakarta. Ada aturan-aturan tersendiri yang harus di taati
dalam tata cara berpakaian ala pakaian tradisional daerah istimewa
yogyakarta yang tinggal di lingkungan kraton Yogyakarta.
Pakaian adat tradisional daerah Yogyakarta ini merupakan kumpulan informasi dari Pakaian Adat Indonesia dan menjadi keanekaragaman Budaya Indonesia. Informasi lain seputar daerah istimewa yogyakarta adalah Makanan Khas Yogyakarta, hal ini sangat menarik untuk Anda yang hobby makan dan mencari informasi seputar Tempat Kuliner Di Yogyakata.
Sebagai daerah yang memiliki keunikan dan kekayaan budaya, kota yogya
menjadi salah satu provinsi yang mampu menarik wisatawan lokal atau
mancanegara. Tempat wisata yogyakarta menjadi tujuan yang menarik karena banyak lokasi wisata yang indah dan mempesona.
Gambar Pakaian Adat Daerah Istimewa Yogyakarta
sejarah musium fatahilah
Museum Fatahilah
| DKI JAKARTA - Tujuan Wisata |
![]() Museum Fatahilah
A. Selayang Pandang Museum Sejarah Jakarta merupakan museum sejarah yang diresmikan pada tanggal 4 April 1974. Nama lain dari museum ini adalah Museum Fatahillah. Sesuai dengan nama resminya, museum ini adalah museum yang didirikan untuk merekam perjalanan sejarah Kota Jakarta semenjak zaman Batavia. Bangunan museum ini terhitung merupakan bangunan kuno bergaya arsitektur kolonial abad ke-17 yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang memesona. Museum Sejarah Jakarta dalam sejarahnya merupakan salah satu gedung peninggalan VOC. Gedung ini berfungsi sebagai Gedung Balaikota (Staadhuis) pertama di kota Batavia yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1627 M. Namun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1970, gedung ini kemudian dipugar dan pada tanggal 4 April 1974 diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta. Selain berfungsi sebagai Balaikota, gedung ini dahulu juga digunakan sebagai tempat oleh Dewan Kotapraja (College van Schepen) untuk menangani masalah hukum yang terjadi di masyarakat. Seorang terdakwa yang akan diadili biasanya ditempatkan dalam penjara bawah tanah. Dalam penjara bawah tanah ini, para terdakwa diperlakukan secara tidak manusiawi. Tangan para terdakwa dirantai dan tubuhnya direndam dalam air sebatas dada yang penuh dengan lintah. Bagi para terdakwa yang telah dinyatakan bersalah dan dianggap telah melakukan kejahatan atau memberontak terhadap pemerintah Belanda akan dikenai hukuman yang sangat berat. Salah satu hukumannya adalah hukuman gantung di depan Balaikota. Pada saat proses eksekusi dijalankan, masyarakat sekitar dikumpulkan untuk menyaksikan “pertunjukan” tersebut dengan cara membunyikan lonceng yang hingga kini masih tetap terpasang di atas bangunan tersebut. Proses eksekusi merupakan simbol peringatan agar masyarakat tidak berusaha melawan atau menentang pemerintah Belanda. Peninggalan benda-benda untuk melakukan eksekusi itu masih tersimpan secara rapi di museum ini, di antaranya sebuah pisau panjang yang dahulu sering digunakan untuk memenggal kepala orang yang dijatuhi hukuman. |
Langganan:
Postingan (Atom)


